Era "New Normal" dari Sisi Pelaku Pariwisata dan Mengungkap Segmen Pasarnya - Beritabali.com

Wisata

Era "New Normal" dari Sisi Pelaku Pariwisata dan Mengungkap Segmen Pasarnya

Selasa, 19 Mei 2020 | 10:50 WITA

beritabali/ist

DOWNLOAD APP BERITABALI.COM   
Beritabali.com, DENPASAR.
Dalam beberapa akhir ini muncul istilah 'New Normal' sebagai cara pandang baru dalam memandang pandemi covid-19 yang mememengaruhi perilaku manusia sehingga menjadi  gaya hidup normal baru (new normal) yang mengikuti protokol kesehatan.

Pilihan Redaksi

  • Wagub Cok Ace Beberkan Persiapan Pariwisata Bali Sambut Era "New Normal"
  • Strategi Pemulihan Pariwisata Bali Pasca Pandemi Corona
  • Pariwisata Bali Prioritas Kebersihan, Kesehatan dan Keamanan Pasca Covid-19
  • Cara pandang 'New Normal' ini juga menginspirasi sisi pariwisata sehingga perubahan perilaku orang juga berdampak pada kegiatannya berwisata. Dalam kacamata pelaku pariwisata Bali, Ketua Bali Tourism Board (BTB) dan Gabungan Pengusaha Pariwisata Indonesia (GIPI) Bali, IB Agung Partha Adnyana mengatakan ia mempunyai istilah sendiri bukan 'New Normal' melainkan 'Next Normal'.
    Ia menjelaskan istilah tersebut berasal dari peristiwa yang muncul karena wabah covid-19, dimana dalam fase pertama seperti sekarang ini, orang belum bisa traveling, berbagai pertemuan (Meeting) banyak dilakukan dengan online hingga sekolah-sekolah diliburkan.
    Sedangkan, dalam fase kedua berikutnya, kurva peningkatan kasus positif covid-19 mulai melandai yang menyebabkan orang sudah mulai bisa keluar atau berwisata. 
    "Selama vaksin belum ditemukan, akan terjadi hal-hal normal yang baru yang saya sebut next normal," Sebutnya.
    Dalam phase ini, lanjutnya, cara berwisata diatur mengikuti protokoler kesehatan seperti jaga jarak, memakai masker, dan wajib cuci tangan. Prosedur yang sama ini mulai diterapkan dari penerbangan sampai tiba di hotel.
    Memandang pariwisata 'New Normal' tentu bertanya-tanya siapa pangsa pasar yang utama. Ia menyebut wisatawan domestik diprediksi akan menjadi penyumbang terbesar sembari juga menyasar proyeksi wisman pasca pandemi lainnya diantaranya negara tetangga dalam skup regional, Asia Pasifik serta internasional.
    Sementara itu, Wakil Gubernur Bali Tjokorda Oka Artha Ardana Sukawati atau Cok Ace yang juga Ketua PHRI Bali mencermati persiapan Bali sebelum membuka diri dengan era 'New Normal' tersebut. Ia menyebut ada 3 aspek penting yang perlu dipikirkan sejak awal yakni waktu, biaya dan SDM. 
    Terkait waktu, ia perlu memikirkan kapan waktu yang tepat Bali dibuka lagi, sedangkan aspek biaya yakni dengan adanya perubahan-perubahan protokol kesehatan yang menjadi tuntutan di era new normal yang perlu dikalkulasi kembali biaya yang dibutuhkan di semua jasa usaha wisata. Sementara SDM, juga perlu disiapkan yang memahami standar protokol kesehatan.

    Penulis : I Komang Robby Patria

    Editor : I Komang Robby Patria


    TAGS : Pariwisata New Normal


    The Best Cargo Company in Bali | Air and Sea Shipping in Bali

    We are Your Experienced and Reliable Freight Forwarding Partner in Bali. Bali Cargo, Bali Freight Forwarder, Bali Shipping. Worldwide Cargo Logistics and Freight Forwarder in Bali, Air Freight Services, Sea Freight Services. Contact us Today 0811388874



    Wisata Lainnya :


    Berita Lainnya

    Trending Wisata

    Berita Bali TV