Corona di 54 Negara, 40 Ribu Pesanan Kamar Hotel di Bali Batal - Beritabali.com

Wisata

Corona di 54 Negara, 40 Ribu Pesanan Kamar Hotel di Bali Batal

Sabtu, 29 Februari 2020 | 10:30 WITA

sumber foto: traveloka.com

DOWNLOAD APP BERITABALI.COM   
Beritabali.com, DENPASAR.
Dampak virus corona terhadap sektor pariwisata dalam negeri benar-benar dirasakan para pengusaha. Puncak kunjungan wisatawan mancanegara yang biasanya terjadi pada awal tahun, kini sebaliknya sepi. Ini karena banyak pembatalan ribuan pemesanan kamar hotel.

Pilihan Redaksi

  • GPS: Penanganan Virus Corona Harus Hati-Hati dan Terukur
  • Korban Meninggal Virus Corona Hampir Dekati Angka 3.000 Orang
  • Indonesia Diminta Jujur dan Jangan Sembunyikan Fakta Virus Corona
  • Dampak Corona, Tingkat Hunian Hotel di Ubud Turun 5-10%
  • Kasus Pertama Corona di Selandia Baru, Korban Sempat Transit ke Bali
  • Di Tengah Wabah Corona, Bali Dapat Penghargaan Destinasi Terbaik dari Media China
  • Ketua Umum Persatuan Hotel & Restoran Indonesia (PHRI) Hariyadi Sukamdani memberi contoh, potensi terbesar yang sudah pasti hilang adalah kunjungan turis China. Tahun lalu, terdapat 2 juta kunjungan turis China ke Indonesia.
    "Itu berarti sekarang hilang. Dan mereka berkunjung ke Indonesia itu peak season-nya awal tahun karena Chinese New Year. Nah itu bisa dibayangkan per hari mereka itu rata-rata kedatangannya 3.000 selama bulan Januari sampai Maret. Nah ini sama sekali sekarang sudah nol kan berarti, karena nggak ada pesawatnya," katanya di sebuah acara di Jakarta, Jumat (28/2/20), dilansir dari CNBC Indonesia. 
    Ironisnya, hal serupa juga diikuti oleh wisatawan mancanegara dari negara selain China. Dia menyebut, persentase anjloknya kunjungan wisata beragam di beberapa destinasi.
    Dalam catatannya, untuk Batam dan Bintan, tingkat keterisian hotel pada Januari dan Februari 2020 turun 30-40% jika dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya. Rata-rata okupansi atau tingkat keterisian saat ini anjlok hanya berkisar 20-30%.
    Saat ini karyawan bahkan banyak yang diminta untuk mengambil cuti. Menurutnya, kondisi ini akan memburuk jika sampai bulan April masih terjadi penurunan okupansi.
    Selanjutnya, di Bali penurunan okupansi berkisar 60-80%, khususnya didaerah favorit Turis China yaitu Nusa Dua, Tuban dan Legian, Kuta. Hal ini juga disebabkan karena Turis China merupakan kontribusi wisman terbesar di Bali.
    Rata-rata okupansi hotel saat ini hanya mencapai 30-40% dari kapasitas hotel. Okupansi hotel di daerah Ubud dan Sanur mengalami penurunan sebesar 20-30% karena di daerah tersebut didominasi oleh Turis Eropa dan Australia.
    Bahkan sudah terjadi 40.000 pembatalan kamar hotel dengan total nilai kerugian sebesar Rp 1 triliun. Tak hanya itu, wisatawan dari Vietnam dan Thailand juga terjadi penurunan drastis. Di Bali, fenomena anjuran cuti bagi karyawan hotel juga terjadi.
    Di Manado, biasanya tercatat 70% Turis yang masuk adalah dari China. Saat ini, occupancy drop 30-40% dibandingkan sebelumnya. Hal ini membuat kamar hotel hanya terisi pada kisaran rata-rata di tingkat 30%
    Destinasi wisata yang relatif tak terdampak hanya ada di Jawa dan Makassar. Hal ini disebabkan masih aktifnya pergerakan wisatawan domestik, khususnya kegiatan pemerintah yang masih memberikan kontribusi terhadap occupancy hotel. 
    "Kalau Jawa lebih stabil karena turisnya relatif pergerakan domestik lebih besar," katanya.
    Sejauh ini sudah ada 54 negara di seluruh dunia yang terkonfirmasi memiliki virus tersebut, namun Indonesia bukan salah satunya.

    Penulis : Media Network

    Editor : Putra Setiawan


    TAGS : Corona Bali China


    Bali Tour Company | Bali Day Tours Packages | Bali Tours Activities

    Best online Bali Tour Company Service for your holiday in Bali Islands by offer special Bali Day Tours Packages, Bali Activities Tour with Professional Bali Tours. Contact us Today 082340081861



    Wisata Lainnya :


    Berita Lainnya

    Trending Wisata

    Berita Bali TV